Cerita Dewasa – Tubuh Nya Yang Begitu Menggoda Buatku Nafsu Berat

Cerita DewasaTubuh Nya Yang Begitu Menggoda Buatku Nafsu Berat -Pada siang itu aku jalan-jalan kepusat perbelanjaan buat refresing…. ya..iseng iseng  liat-liat cewek cantik. Begitu aku lagi liat kiri…kanan..eeehhh ..tak di sangka sangka taunya seseoRing wanita yang memiliki tubuh yang padat dengan buah dada nya yang menjulang dan menonjol kedepan dengan tegas , saatitu menubrukku tepat di bagian dada ku ya tanpa sengaja dengan reflex ku aku pun meraih tubuh yang padat dan berbau harum yang membuatku terpaku tanpa disengaja ternyata tangan ku terasa memegang sebongkah tumpukaan daging yang sanggat terasa padat , saat aku tersadar aku sudah menyentuh salah satu bokong wanita itu ,  .Wanita ini sepertinya habis belanja banyak dan tergesa-gesa hingga tak tahunya menubruk .

Begitu bertabrakan… walau aku sedikit malu karna telah menyentuh bokong nya  aku langsung membantu memberesi baRang-baRangnya yang berserakan. Tak lupa kuucapkan permintaan maafku padanya karena tak sengaja menabraknya dan menyentuh bokong nya yang masi terasa di telapak tangan ku , ya….walau sebenarnya dialah yang harus minta maaf padaku. Karna dia yang menabrak ku saat itu.

“Maaf ..mbak…nggak sengaja nih…”kataku padanya.
“ya…nggak apa-apa lagi….oya..kamu Rindy kan….”katanya padaku.
“iya..saya Rindy….dan mbak siapa ya…kok tahu nama saya”
“kamu nggak ingat sama aku ya…teman SMA kamu…yang suka jahilin kamu….”katanya padaku.
“siapa ya….eeeee….maaf …Risma ya….SiBunga SMA “
“Tepat sekali ….tapi tadi kok kamu manggilin aku mbak seh…”
“Maaf deh….abis aku nggak tau siapa kamu..”
“kenapa..lupa ya sama aku….atau emang udah dilupain ya…”
“ya..gimana ya..kamu cantik banget ..beda dengan yang dulu..”kataku sedikit memujinya.
“ak kamu ….biasa aja kok…”katanya sambil tersipu malu.
“oh ya….kita kekafe yuk..buat ngerayain pertemuan kita ini…

“ok deh…tapi kamu yang traktir aku ya…abis aku lagi bokek nih”kataku padanya
“ya..nggak masalah lagi….”

 Tubuh Risma Yang Padat

Aku dan Risma pergi kekafe langgananya Risma.Sampai disana ..kami memilih meja yang paling pojok.Suasana didalam kafe ini sangat sejuk dan nyaman…membuat oRing yang berada didalamnya betah untuk duduk berlama-lama. Filembokepindo

“Gimana kabar kamu sekaRing Rin…..

udah berkeluarga ya…”tanya Risma padaku.
“aku seh baik-baik aja….masih sendiri lagi….masih kepengen bebas”
“kalau kamu gimana….udah bekeluarga ya….”tanyaku padanya.
“aku udah married….udah 3 tahun”
“asyik dunk….trus suami kamu mana…kok pergi sendirian ….nggak takut digodain sama lelaki iseng”
“ah kamu..biasa aja lagi….laki aku lagi keLN…urusan bisnis katanya”
eh…ayo makan..kok didiamin aja nih”

kamipun akhirnya menyantap hidangan yang telah tersedia.Habis makan,kami jalan-jalan dan pulang kerumah masing-masing. Beberapa hari kemudian….

Risma mengirim SMS keHP ku…

.isinya mengajak aku untuk main kerumahnya.SMSnya kubalas….

dan aku tanyakan dimana alamat rumahnya.. Beberapa menit kemudian…

Risma membalas SMSku dan menyebutkan alamat rumahnya.

Aku beRingkat kerumah Risma…sibunga SMA.Tak lama kemudian ..aku sampai didepan rumah mewah.Kubaca kembali alamat yang diberikan oleh Risma dan kucocokkan dengan nomor rumah yang tertera didepan pintu pass..memang benar ini rumahnya.Kutekan bel yang ada didepanku.

Beberapa saat kemudian …pintu pagar terbuka dengan sendirinya.Aku masuk, pintu pagarpun ikut tertutup dengan sendirinya.Aku berjakan menuju teras depan dan Risma telah menungguku disana.

“Hii..gimana kabar kamu sekaRing….”sapanya padaku.
“Baik saja nih….kamu gimana…kok sepi amat seh…pada kemana nih”
“iya nih…nggak ada siapa-siapa nih dirumah…jadi kesepian..makanya aku undang kamu kesini ..buat nemenin aku…”
“nggak salah nih..ntar suami kamu marah lagi”
“ah..nggak apa-apa lagi…. dia lagi diLN sekaRing nih…”
“yuk ..masuk….kita ngobrol didalam aja deh”

Kamipun masuk kedalam rumahnya Risma. Wah….benar-benar mewah nih rumah..semua perabotannya sangat mengagumkan.

“mari..silahkan duduk….jangan malu -malu..anggap saja seperti rumah sendiri”
“Thank’s….”dan akupun duduk
“oya..mau minum apa nih….panas..dingin atau yang hangat..”kata siNyonya rumah.
“jadi bingung nih ..milihnya …”kataku padanya.
“ya…kalau yang panas…teh sama kopi…trus kalau mau yang dingin..ada soft drink..”balas siRisma
“trus kalau aku milih yang hangat gimana”tanyaku lagi.
“ya…ada deh…”kata Risma sedikit genit.
“ok deh…kalau gitu..aku minta yang hangat aja deh”kataku coba menggodanya
“ah..kamu ini bisa aja….ntar kalau aku kasih kamu nggak susah nanti”
“ya..tergantung yang ngasih dunk…”

Risma bangkit dari duduknya ….”bentar ya …aku kebelakang dulu”.

Ia pergi meninggalkanku diruang tamu yang mewah itu.Risma kembali lagi keruang tamu dengan membawa dua gelas jus oRinge .Dia meletakkannya datas meja. Filembokepindo

“Lho..tadi katanya yang hangat..kok yang itu seh”kataku padanya.
“yang hangat ntar….so pasti aku kasih deh”

Akupun duduk kembali.

“Rin…rumah kamu bagus banget deh….semuanya kamu punya…so pasti kamu bahagia dong dengan suami kamu….”
“ah ..siapa bilang..dari luarnya saja aku keliatan bahagia”katanya mulai serius
“memang semuanya aku punya ..tapi khan itu nggak menjamin aku bahagia”
“bayangin aja deh ..dalam satu bulan ..palingan suamiku 3 hari ada dirumah”
“selebihnya. . ya kesana kemari ..ngurusin bisnis keluarganya yang segudang itu…jadi kamu bisa bayangin deh..betapa aku sangat kesepian..”

Risma mulai menceritakan semua keluhan yang ada dalam dirinya. Kucoba memahami setiap jalan ceritanya sambil sesekali mataku nakal melirik bagian tubuhnya yang sangat menggairahkan sekali.

Saat itu, Risma mengenakan kaos yang cukup ketat sekali sehingga mencetak seluruh lekuk tubuhnya yang sangat indah itu.Dibalik kaos ketat lengan pendek itu …sepertinya Risma tak mengenakan Bra…itu terlihat dari tonjolan kecil dipuncak dadanya yang padat dan berisi. Perlahan terasa sesuatu bergerak nakal dari balik celana yang kukenakan.

Risma bangkit dari duduknya dan pindah disampingku. Tercium bau harum parfumnya yang sangat mengundang gairah.

“Dy..aku kangen banget deh sama kamu….”katanya padaku
“oya…”kataku padanya.
“iya nih….apalagi sama…….”katanya terputus.
“sama apa seh Rin…..”
“sama…..sama ini nih….”katanya sambil meletakkan tangannya diatas gundukan batang kejantananku.

Kontan saja aku terkejut mendengar penutuRinnya yang begitu spontan.walau sebenarnya aku juga menginginkannya.

Karena tak ada kata-kata yang keluar dari mulutku,Risma tak memindahkan tangannya dari atas selangkanganku..malah sebaliknya dia mengelus pelan batang kejantananku yang masih tersembunyi dibalik celana panjang yang kukenakan.

Perlahan ..mukaku dan muka Risma makin mendekat.Risma memejamkan matanya sambil merekahkan bibirnya padaku.Kukecup bibirnya yang merah itu.Mulutku bermain dimulutnya yang mungil dan seksi. Sesekali lidahku berpilin dengan lidahnya .Risma sangat bergairah sekali menyambut ciuman bibirku dibibirnya.

Sementara itu tanganku tak tinggal diam.Kucoba meraba dua bukit kembar yang tumbuh didadanya. Begitu hangat ,padat dan berisi Terasa sangat halus sekali kulit dadanya Risma.Dua puncak dadanya yang mulai mengeras tak luput dari remasan tanganku.Dan tangan Risma semakin liar begerilya diatas gundukan batang kejantananku yang mulai mengeras.

Risma beRinjak dari tempat duduknya .Perlahan ia mulai membuka satu persatu pakaian yang melekat ditubuhnya.Hingga akhirnya tak sehelai benangpun yang menempel ditubuhnya.Kuperhatikan tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Begitu sangat sempurna sekali.Dua gundukan bulat menggantung didadanya .ditambah dengan bukit kecil yang ditumbuhi bulu hitam yang lebat menandakan kalau Risma type wanita haus seks.

Risma kembali duduk bersimpuh dihadapanku.Kali ini ia mulai membuka celana panjang yang masih kukenakan.Begitu celanaku terbuka ..nongollah batang kejantananku yang mulai mengeras dibalik celana dalamku.Namun tak berselang lama celana dalamkupun telah terbuka dan tinggallah penisku yang tegak bak torpedo yang siap meluncur.

Filembokepindo Tangannya yang halus itu mulai membelai batang kejantananku.Lama kelamaan ukuRinnya makin membesar. Risma mulai menjilat ujung kepala penisku. Mulutnya yang mungil itu menjiltai permukaan kulit batang kejantananku hingga sampai kedua buah biji pelerku. Beberapa saat lamanya Risma menikmati batang kejantananku dengam ciuman-ciuman yang sangat menggetarkan persendianku.

Sementara kedua tanganku meremasi kepalanya .Hingga sesuatu terasa berdenyut dibatang kejantananku Sesuatu yang ingin muncrat dari ujung kepala penisku.Aku semakin kuat menjambak rambutnya Risma dan menekannya kedalam hingga ujung kepala penisku menyentuh ujung tenggorokannya.

“Akhhh..Rin..aku mau keluar nih”erangku padanya

Beberapa detik kemudian spermaku tumpah didalam mulutnya Risma.Tanpa merasa jijik sedikitpun Risma menelan setiap tetes spermaku.Dan sambil tersenyum.. Risma menjilati sisa- sisa sperma yang masih tersisa dibatang kemaluanku.

Beberapa saat kamipun istirahat setelah aku mencapai orgasme yang pertama. .Kemudian aku berdiri dan mengangkat tubuh montok Risma dan merebahkannya diatas sofa yang empuk .Kini tiba saatnya bagiku untuk memulai babak permainan berikutnya.Aku membuka kedua kaki Risma lebar-lebar.Kudekatkan wajahku kepermukaan perutnya yang datar.

Dengan penuh nafsu ..aku menjilati setiap permuakaan kulit perutnya yang halus itu.Risma menggelinjang hebat merasakan jilatan bibirku dipermukaan kulit perutnya yang ramping.

Risma merasakan dirinya seolah terbang kesorga kenikmatan . saat ujung-ujung lidahku mengelitik organ-organ sensitifnya. Ia melupakan sejenak bayangan suaminya yang saat ini sedang berada diluar negri. Baginya ,kenikmatan . yang kuberikan padanya tak ada bandingnya dengan limpahan materi yang diberikan oleh suaminya. Desahan…eRingan dan jeritan Risma makin menbuatku bersemangat menusuk-nusuk permukaan Vaginanya dengan ujung lidahku.

“Sayang….cepet dunk masukin punyamu kememek aku….udah nggak kuat nih”rengeknya padaku.

Akupun memenuhi permintaan Risma yang sudah tidak tahan menunggu batang kejantananku yang tegang dan mengeras untuk masuk kedalam vaginanya Risma. Aku memegang batang kejantananku dan mengocoknya sebentar kemudian mengarahkannya kelubang vagina Risma.

Aku mulai maju mendorong pantatnya Risma.Beberapa kali kucoba selalu meleset.Mungkin karena ukuRin senjataku yang cukup besar hingga sulit untuk menembus lubang vaginanya yang rapet.Namun setelah beberapa kali mencoba,akhirnya batang kejantananku masuk menembus lubang memeknya Risma.

Tanpa membuang waktu lagi,kugerakkan pantatku maju mundur menusuk memeknya Risma. Dengan penuh nafsu, Risma menikmati . gerakan Penisku yang maju mundur menusuk vaginanya. DesiRin dan desahan beriringan keluar dari mulutnya yang mungil itu. Risma mengimbangi gerakanku dengan memaju mundurkan pantatnya yang bahenol itu.

Sekitar tiga pulu menit berlalu, Risma merasakan akan mencapai klimaks. Risma mengangkat pantatnya dan menggelinjang hebat.Wajahnya berubah ganas,matanya mendelik saat puncak kenikmatan . itu datang. Aku tahu kalau Risma akan mencapai klimaknya.

Kupercepat gerakan pantatku menusuk vaginanya sampai akirnya puncak kenikmatan . datang. Risma mendekap erat tubuhku, Vaginanya berkedut-kedut menjepit batang kejantananku. CaiRin hangat dan kental merembesi dinding vaginanya.Orgasme yang beruntun telah dialami Risma sibunga SMA.

Untuk beberapa saat .. Kubiarkan Risma menikmati sisa -sisa . orgasmenya ,sebelum kami melanjutkan permainan yang berikutnya. Perlahan Risma bangkit dari tidurnya dan duduk diatas sofa empuk itu. Akupun duduk disampingnya. Tanganku singgah digundukan vagina yang ditumbuhi rambut halus itu. Kubelai perlahan untuk membangkitkan kembali gairah wanita cantik yang ada disampingku ini. Perlahan terdengar desahan lembut dari mulut Risma. Sementara itu mulutku tak lepas dari dua puncak mungil didadanya.

Merasa sudah tepat saatnya bagiku untuk menuntaskan permainan . ini… Kuangkat Risma dan kududukkan ia diatas pahaku.Posisinya kini tepat berada diatas pangkuanku, sehingga dua buah dadanya yang padat membusung tepat berada didepan mulutku.Kugosok-gosok ujung penisku kemulut vaginanya.Kutekan ujung penisku hingga amblas masuk kedalam Vaginanya. Kudiamkan perlahan, kunikmati beberapa saat kontolku bersaRing dalam memeknya Risma.

Perlahan kugerakkan pantatku naik turun menusuk lubang kemaluannya Risma. Gerakanku makin lama semakin cepat membuat tubuh Risma bergoyang-goyang diatas pangkuanku.Terdengar eRingan kenikmatan . dari mulut Risma. Beberapa kali ia harus memekik kecil tak kala penisku yang makin membesar menyentuh ujung rahimnya. Sementara dua buah gundukan didadanya bergoyang -goyang tak karuan. Kedua tanganku meraih dua gundukan itu dan meremasnya perlahan.

Beberapa menit kemudian terasa sesuatu menyesak dalam batang kejantananku. Mungkin tiba saatnya bagiku untuk orgasme. Dengan diiringi desahan panjang secara bersamaan… Aku dan Risma mencapai orgasme.

Kusemprotkan spermaku yang hangat didalan vagina Risma. Beberapa saat kemudian Rismapun menyusul. CaiRin hangat merembesi dinding Vaginanya yang hangat itu. Aku mencabut batang kejantananku dari dalam vaginanya Risma.

Dengan cepat Risma jongkok diselangkanganku dan menjilat sisa-sisa sperma yang masih menempel dipenisku. Filembokepindo

Sesaat kemudian Risma tersenyum padaku.Senyum penuh kepuasan .…

Yang tak pernah ia dapatkan dari suaminya tersayang. Aku bangkit dan mengenakan kembali pakaianku. Kulihat jam ditanganku sudah menunjukkan jam sepuluh malam. Akupun pamit pada Risma.

Namun sebelum aku pergi meninggalkam rumah Risma… Ia memberikan sesuatu buatku sebagai hadiah. Sebuah Handphone terbaru dan motor besar. Semula aku menolak pemberiannya…namun ia berharap sekali aku menerima pemberiannya itu. Demi menghibur hatinya Risma.. kuterima hadiah yang bagiku cukup besar sekali.

Filembokepindo Kupergi meninggalkan Risma dengan membawa Handphone dan sebuah motor besar. Hadiah yang mungkin lebih kecil jika dibandingkan dengan kenikmatan seks yang kudapatkan hari ini. Dan bahkan akan
kudapatkan hari-hari berikutnya bersama wanita cantik yang pernah menjadi idaman ku semasa aku SMA dulu yang dulu tak bias aku dapatkan . dan skaRing aku bias menikmatinya dengan sangat liar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*