Cerita Dewasa – Menikmati Bercinta Dengan Oknum POLISI Yang Cabul

Cerita Dewasa – Menikmati Bercinta Dengan Oknum POLISI Yang Cabul

Cerita Dewasa –  Mahendra adalah eksekutif pada sebuah bank swasta terkenal dikota solo dan Rinjani juga bekerja pada sebuah bank pemerintah dikota yang sama.Mahendra dikantornya menduduki posisi yang amat menentukan dan tidak heran ia slalu di tugaskan keluar daerah untuk melakukan ekspansi bank tersebut.


Hari itu malam minggu , seperti biasanya Mahendra dan Rinjani malam itu keluar rumah untuk menghilangkan kepenatan selama dalam pekerjaannya.Malam itu tujuan mereka adalah sebuah Restoran ternama yang terletak pada sebuah hotel dikota itu.. Dengan kebahagiaan yang dalam pasangan ini menikmati suasana malam di restoran itu sambil makan malam. Setelah merasa kenyang dan menyelesaikan pembayaran, Pasangan ini lalu beranjak pulang . Mahendra menyetir BMWnya keluar dari pelataran parkir hotel itu menuju kejalan raya.

Suasana jalan malam itu amat ramai dan dipenuhi oleh pasangan2 muda yang bermalam minggu. Namun dalam keramaian itu tanpa disengaja Mahendra mobilnya menyenggol mobil di sebelahnya. Lalu Mahendra menepikan mobilnya dan mobil yang terserempet olehnya tadi juga menepi. Mahendra keluar dari mobilnya dan melihat keadaan mobilnya, oo,, nggak apa apa cuma lecet dikit ! kata Mahendra kepada Rinjani. Namun tidak demikian dengan pengemudi mobil Kijang itu. Sopirnya yang berbadan kekar dan ditaksir berumur 53 tahun itu marah marah disertai kata kata kasar kepada Mahendra. Heyyyy… kemana aja mata kamu haaaaaa…. hardik sopir itu. maaf pak saya yang salah , jawab Mahendra sabar. Coba kau lihat bumper mobilku.. kata sopir itu lagi, hancur kan? Nah kamu harus menggantinya kalau tidak malam ini kau ku tahan kata sopir itu lagi.Mahendra melihat mobil bapak itu, dan memang penyok dan ia bersedia menggantinya.

Sopir kijang itu lalu meminta SIM Mahendra , Lho apa hak bapak minta SIM saya kata Mahendra, asal kau tahu ya anak muda, aku polisi sini, kau bisa ku bawa kekantor bagaimana? Haaa… dengan arogan Bapak berkata pada Mahendra. Lalu Mahendra menyerahkan SIMnya pada oknum polisi itu.Karena hari saat itu malam, Mahendra minta pada oknum itu untuk menyelesaikan masalah itu esok harinya, sambil memberikan alamat rumahnya. Oknum itupun menyanggupi setelah sempat memandang kedalam mobil Mahendra dan melihat Rinjani yang malam itu sangat cantik dan anggun dengan blus ungu ketat.

Rinjani yang berada dalam mobil saat itu melihat kejadian itu dengan cemas dan mengkhawatirkan Mahendra dengan melihat kesombongan oknum itu.Setelah oknum itu dan Mahendra sepakat menyelesaikan masalah itu esok harinya di rumah Mahendra. Lalu masing2 masuk kemobilnya dan bergerak untuk pulang.

Minggu pagi itu seperti yang di sepakati, oknum itu datang kerumah Mahendra dan diterima Mahendra dengan baik. Dengan sedikit basa basi oknum itu memperkenalkan diri dan namanya adalah Martinus dan bertugas di kepolisian kota itu dengan pangkat iptu.Pagi minggu itu disepakati untuk kebengkel bersama Mahendra untuk menanyakan perbaikan mobil Iptu Martinus itu.Sebelum berangkat Rinjani dengan ramah menyilahkan tamu itu untuk minum pagi dulu setelah berjabat tangan dengan oknum polisi itu. Oknum polisi yang bernama Martinus itu amat terpesona akan kecantikan Rinjani yang pagi itu amat segar bugar dengan kaos ketat dan celana 3/4 sampai betis.

Lalu Mahendra dan Martinus berangkat kebengkel dengan mobil Martinus. Setelah di ketahui yang rusak dan yang harus diganti maka Mahendra menyetujui anggaran perbaikan mobil Martinus itu dan karena Mahendra tidak membawa mobil maka Dijanjikan esok hari Senin mobil Pak Martinus masuk bengkel. Siang harinya Martinus menagntar Mahendra kerumahnya yang terbilang asri dikota itu. Setelah pamit pada Mahendra dan Rinjani maka Martinus pulang.

Senin itu mobil Pak Martinus di perbaiki dibengkel dan baru selesai esok harinya. Setelah mobilnya selesai dan kembali seperti sedia kala maka Martinus mendatangi rumah Mahendra malam selasa itu untuk minta tambahan biaya perbaikan.

Setiba dirumah Mahendra malam selasa,ia mengetuk pintu rumah itu.Pak Martinus memencet bel dan tidak lama kemudian pintu dibuka oleh Rinjani. Oo… pak Martinus apa kabar pak? tanya Rinjani sambil menyilahkan Martinus masuk kedalam ruang tamu saat itu. Mengenai yang kemaren Buk.. kan pak Mahendra berjanji akan menambah kekurangan biayanya. jawab pak Martinus. Oo ya… saya ngerti jawab Rinjani… Tapi Mas Mahendra sedang ke Medan untu seminggu ini dan ia titip pesan bahwa masalah itu biar saya saja yang handel , terang Rinjani. baiklah bu… saya ngerti koq jawab Pak Martinus. Wah…. mau minum apa pak? tanya Rinjani .. saya teh saja bu… jawab Martinus.. bentar ya pak… saya bikinkan…kata Rinjani sambil beranjak kedapurnya. saat itu Timbul pikiran kotor di otak Martinus karena Rinjani hanya sendiri dan suaminya tidak dirumah ditambah oranglain tidak ada.Maka ia berencana untuk menaklukan Rinjani karena sejak ia lihat malam itu di mobil ia slalu membayangkan sosok Rinjani.

Beberapa saat kemudian Rinjani keluar dari dapur dan membawa minuman dan sedikit makanan kecil. Nih pak tidak seberapa dicicipi ya pak? Rinjani menyilahkan tamunya minum sambil jongkok . Saat itu Martinus melihat belahan dada Rinjani yang putih mulus itu ditutupi bra putih.Lalu Rinjani duduk didepan pak Martinus.sambil berbincang bincang kesana kemari dan hari beranjak malam saat itu, namun pak Martinus belum juga mau pulang. Sedang Rinjani sudah salah tingkah malam itu. Sebab ia merasa tidak enak hati jika menyuruh tamunya pulang .

Martinus adalah Oknum polisi yang sudah berpengalaman dengan wanita . Sebagai polisi ia amat pintar memanipulasi keadaan dan memancing informasi dari seseorang. Dengan keahliannya ia pancing Rinjani untuk memberitahukan ttg kehidupannya ttg pekerjaan dan kehidupan ranjangnya. Tanpa disadarinya Rinjani terjebak dalam alur manipulasi Martinus yang seumur dengan ayahnya itu.

Rinjani yang biasanya amat membanggakan Mahendra dalam berbagai hal ,saat itu tak berkutik dengan kata2 Martinus yang menerangkan bahwa sebagai laki2 Mahendra itu tidak bisa dibanggakan karena tidak bisa melindungi istrinya ditambah sampai saat ke tahun 3 perkawinan mereka belum di karunia anak. Rinjani merasa di telanjangi dan merasa pikirannya kosong dengan kemampuan Martinus membawa emosi Rinjani kearah pemberontakan diri.

Dengan sedikit menggeser duduknya kesamping Rinjani, Martinus dengan leluasa memegang jari Rinjani yang saat itu terpaku. Sambil berkata, Dek Rinjani nggak usah khawatir, serahkan masalah adek itu pada saya , bujuk Martinus,sambil merangkul bahu Rinjani kedadanya.Rinjani menurut seakan ia mendapat tempat perlindungan saat itu.sambil membelai rambut dan balik telinga Rinjani Pak Martinus terus memberikan sugesti dan manipulasi keadaan pada Rinjani.Rinjani terhanyut karena nya.


Martinus yang penuh dengan pengalaman bisa mengusai Rinjani dan seperti terhipnotis, Rinjani menurut saja dan memejamkan matanya saat Martinus mencium bibirnya yang merah jambu itu. Lalu tangan kekar yang ditumbuhi bulu itu meraih pinggiran buah dada Rinjani dan memilinnya.Rinjani hanya terdiam dan hanyut terbawa alunan permainan tangan Martinus. Lalu Martinus menghentikan tindakannya dan minta diri untuk pulang karena malam sudah larut. Ia tahu saat itu Rinjani telah pasrah akan perbuatannya namun ia untur karena ia tidak mau terburu nafsu. Bu… saya pulang ya? Besok saya kesini lagi.. ooo ya bagaimana jika saya jemput dari kantor besok? tanya Martinus… ooo nggak usah pak. Dirumah saja jawab Rinjani seakan memberi peluang pada Martinus untuk datang esok malam.

Malam yang dijanjikan itu dengan menumpang taksi Martinus sampai dirumah Rinjani. malam Bu… sapa Martinus.. ooo masuk pak… duduk dulu ya? kata Rinjani. malam itu Rinjani berdandan seperti menanti seorang yang istimewa. Dengan bincang2 sebentar lalu pak Martinus pindah duduk disamping Rinjani dan memulai tindakan yang tertunda malam kemaren. Rinjani yang saat itu memang telah dikuasai Martinus membiarkan setiap tindakan tangan dan mulut Martinus yang berani membelai dada dan meremasnya.

Karena malam itu Martinus ingin menjalankan aksinya maka ia berdiri dan mengunci pintu rumah itu dari dalam. Lalu ia kembali kesamping Rinjani dan dengan leluasa memegang apa saja yang ia sukai di tubuh Rinjani. Martinus merasa tidak nyaman di ruang tamu itu lalu membimbing Rinjani kekamarnya. Dikamar yang asri dan ber AC itu Martinus lalu melepaskan satu persatu busana Rinjani hingga yang tertinggal hanya bra dan cdnya saja. Dengan keahlian dan lihainya ia giring Rinjani untuk menurut. Martinuspun lalu membuka busananya dan lalu kedua makluk berbeda usia itu sama2 bugil dan membelai. Martinus dengan sosok yang keakr diusianya yang mulai tua itu tapi penisnya tidak demikian penisnya tegak berdiri dan siap disarangkan ke kemaluan Rinjani.

Martinus lalu memberikan kesempatan pada Rinjani untuk mengulum penisnya… Rinjani dengan malu lalu mengulumnya dalam bibirnya dan menjilatnya hingga penuh semua rongga mulutnya. Sedang Martinus pun terus memasukan jari tangannya kekemaluan Rinjani dan memainkan klitoris Rinjani. Tidak lama kemudian Rinjani orgasme dan lobang vaginanya basah oleh cairan cintanya. pak Martinus belum juga klimak namun pada waktu ke20 ia keluarkan maninya dimulut Rinjani dan tertelan oleh Rinjani, saat itu Rinjani mau muntah karena ia tidak biasa begitu dengan suaminya.

Rinjani berlari kekamar mandi dengan bertelanjang, dalam kamar mandi ia muntah dan berusaha mengeluarkan mani Martinus.namun tetap ada yang tertelan olehnya. Kemudian ia kembali kekamar dan melihat Pak Martinus Tiduran dan memandang kearahnya. Bagaimana Rin? Kita lanjutkan? Tanya Martinus sabar. Rinjani diam. Kediaman Rinjani memberi sinyal bahwa Martinus harus merangsangnya lagi.

Martinus lalu kembali membaringkan Rinjani di ranjang yang biasa ditiduri Rinjani Degan Randy itu. lalu Martinus menjilati permukaan kulit Rinjani yang penuh keringat itu hingga Rinjani kembali bergairah dan siap untu babak kedua.Setelah beberapa saat di ransang maka Martinus bersiap untuk menjalankan babak terakhir. Ia angkat kedua kaki Rinjani yang putihmulus itu, lalu ia buka dan letakan di bahunya yang kekar itu.Penisnya tegak terarah kemulut lobang Rinjani. Sekali dorong masuklah kepala penisnya dan memang agak sempit karena belum pernah melahirkan. Rinjani merasa ngilu di lubangnnya.. pakk… aduhhh sakit pak… sambil tangannya mencengkram bahu Martinus. Tenang Rin…. bentar lagi ya… Martinus berhenti dan kembali ia hujamkan penisnya hingga mentok Rinjani menjerit aduhhhhh… pakkkkk… dan dari sudut matanya keluar air mata karena menahan sakit di hantam penis Martinus yang luar biasa besar dan panjangnya itu.

Nonton film semi 18+ disini klik Saat penisnya telah masuk semua Martinus mendorong keluar masuk lambat lambat dan mempercepat gerakan maju mundur. Sementara Rinjani memegang erat lengan Martinus dan keringatnya mengucur deras dari kulitnya yang pitih mulus itu. Sesekali payudaranya di remas Martinus denag tangannya dan mulutya mengulum bibir Rinjani. Karena kerasnya goyangan dan gerakan Martinus hingga membuat payudara Rinjani turun naik mengikuti irama gerakan Martinus itu.

Dengan takluknya Rinjani pada Martinus maka ia dengan penuh semangat terus memompa hingga Rinjani orgasme berulang ulang. 5 Menit kemudian Rinjani telah lemas dan tak bertenaga barulah Martinus memuntahkan air maninya didalam vagina Rinjani. Penisnya ia biarkan didalam lubang itu hingga mengecil. Rinjani merasa setiap sendi tulangnya lemas dan lunglai saat itu diam saja. pak Martinus masih tetap diatas tubuh Rinjani dan tertidur. Tubuhnya yang hitam kekar itu masih terus menutupi tubuh Rinjani yang penuh campuran keringat kedua manusia itu.

Malam itu merupakan malam kemenangan Martinus karena telah dapat menguasai Rinjani. paginya saat bangun Rinjani merasa capai dan ia minta izin untuk tidak kekantor. Selama siangnya dirumah Rinjani Martinus mengulangi persenggamaaan itu, hingga sorenya baru ia pulang. Rinjani setelah kejadian itu mendapatkan kepuasan sex yang belum pernah ia rasakan selama perkawinannya . Sejak saat itu secara sembunyi2 Rinjani dan Martinus melakukan hub terlarang itu baik di rumahnya atau hotel

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*